Plough unloader adalah alat pelepasan konveyor yang dipasang pada rangka tengah konveyor sabuk, yang dapat secara seragam dan terus menerus membongkar material dari sabuk konveyor ke dalam hopper. Mesin unloader ini memiliki peningkatan dibandingkan model lama, termasuk sudut palung variabel dan bilah bajak tambahan, serta menggunakan aktuator elektro-hidraulik sebagai sumber tenaga. Ini mengatasi kekurangan dari unloader yang lebih tua, seperti pelepasan material yang tidak lengkap, gesekan sabuk, kapasitas aktuator listrik yang berlebihan, motor yang sering terbakar, sekrup timah yang bengkok, dan kerusakan mekanis yang mudah. Unloader tipe elektro-hidraulik banyak digunakan untuk pembongkaran tersegmentasi pada konveyor di pertambangan, metalurgi, pembangkit listrik, lapangan batubara, stasiun transfer, dan pelabuhan.
Fitur unloader tipe bajak elektro-hidraulik:
1. Kepala bajak bisa tunggal atau ganda. Bilah bajak depan terbuat dari baja tahan karat krom-nikel, dan bilah belakang terbuat dari polietilen bermolekul tinggi. Bilah depan dan belakang dapat diganti. Struktur ini memastikan pembongkaran muatan yang bersih dan melindungi ban berjalan.
2. Perangkat pengunci kepala bajak telah ditingkatkan secara signifikan, memberikan penguncian yang andal. Kepala bajak tidak akan terangkat atau bergetar selama pengoperasian, dan ketinggian serta posisinya dapat diatur agar dekat dengan ban berjalan, sehingga mencegah kebocoran material.
3. Alat penggeraknya menggunakan aktuator elektro-hidraulik. Ini mengintegrasikan sistem mekanis dan kelistrikan, dan sirkuit oli yang bersirkulasi merupakan struktur yang tertutup rapat, memungkinkan pengoperasian di lingkungan yang keras. Tergantung pada kebutuhan pengguna, aktuator elektro-hidraulik tujuan ganda manual/listrik atau aktuator elektro-hidraulik yang dapat mengunci sendiri secara mekanis dapat disediakan.
4. Kelompok idler yang mengalami deformasi bekerja secara serempak dengan aktuator elektro-hidraulik. Selama satu siklus kerja aktuator, kelompok idler yang terdeformasi secara otomatis berubah dari bentuk palung ke bentuk datar dan kemudian kembali ke bentuk palung.